Si Malin Kundang
Hallo semuanya silahkan ketik kan tugas latihan di bawah dengan format yang sudah di tentukan ya,
kemudian Simpan dalam komputer kamu di Folder : Les Sore
dengan File name : Nama_kelas_Tugas
Uji Pemahaman Microsoft Word Tahap 1
Membuat Cerita Pendek yang berjudul :
Si Malin Kundang (Sumatera
Barat)
Aturan pengerjaan :
- 1. Ukuran kertas A4
- 2. Jenis kertas Portrait
- 3. Jenis tulisan sesuai keinginan ( Bebas )
- 4. Ukuran tulisan di sesuaikan
- 5. Wajib menggunakan : Background, Borders, Dropped, WordArt.
kemudian
gunakan tabel di paling bawah dengan format :
|
Nama |
|
|
Kelas |
|
- 6. Kertas tidak boleh lebih dari 1
page
Nb: boleh cari gambar di internet.
Berikut teks cerita :
Di pesisir pantai wilayah Sumatera hiduplah seorang anak
laki-laki yang bernama Malin Kundang bersama ayah ibunya. Suatu hari ayahnya
pergi meng- adu nasib ke negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.
Hampir setahun ayahnya tidak pernah kembali dan dikabarkan telah meninggal.
Sejak saat itu, ibunya yang mencari nafkah untuk
mereka berdua. Malin anak yang cerdas walau kadang nakal. la suka mengejar ayam
hingga suatu kali terjatuh dan meninggalkan bekas luka di lengannya.
Saat dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan
ibunya yang sudah tua tetapi tetap bekerja. la pun menyampaikan niatnya untuk
mencari nafkah di negeri seberang. Walaupun awalnya ibunya tidak setuju, tapi
akhirnya ia tetap mengizinkannya untuk pergi. Di tengah perjalanan, tiba-tiba
kapal yang dinaiki Malin Kundang diserang oleh bajak laut. Malin Kundang sangat
beruntung dirinya selamat dan tidak dibunuh karena Malin bisa bersembunyi di
sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung di tengah laut,
hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan
sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari
pantai. Selanjutnya, Malin menetap di desa itu dan bekerja dengan gigih dan
ulet. Malin pun menjadi kaya raya dan ia pun telah mempersunting seorang gadis.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga
ke- pada ibunya. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur anaknya telah berhasil.
Suatu hari Malin dan istrinya melakukan
pelayaran ke kampungnya dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah
kapal serta pengawalnya. Saat Malin turun dari kapal, ibunya berdiri cukup
dekat dan meyakini bahwa itu anaknya karena ia melihat bekas luka di lengannya.
Ia pun segera memeluk Malin, tetapi dengan kasarnya Malin melepaskan pelukan.
Bahkan, mendorongnya, menghinanya, serta tidak mengakui bahwa wanita itu
ibunya. Ibu Malin sangat sedih dan marah. Karena itu ia segera menengadahkan
tangan, "Oh Tuhan, kalau benar la anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah
batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai
dahsyat. Tubuh Malin Kundang pun perlahan kaku dan menjadi sebuah batu karang.
Komentar
Posting Komentar